Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.
*MITRASIBER.COM, KAB. BANDUNG -* Program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat di era globalisasi melalui perluasan jaringan internet hingga pelosok desa, terhambat di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Pemasangan tiang dan kabel WiFi dari provider TBG (Tower Bersama Group) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di 16 RW yang berada di wilayah kerja Desa Padamulya, tiba-tiba berhenti pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemberhentian terjadi di lokasi RW 3 Cimaranggi.
Pemberhentian tersebut menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya, yang diduga menyuruh dan menjegal pemasangan tiang dan kabel WiFi TBG adalah Kepala Desa Padamulya sendiri.
Salah seorang warga RW 2 Cimaranggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa mendukung program tersebut.
“Seharusnya Kepala Desa mendukung program ini, karena banyak manfaatnya bagi warga di sini untuk meringankan biaya kuota bagi keluarga,” ujarnya kepada MITRASIBER.COM, Kamis (29/10).
Lebih lanjut, warga menyayangkan sikap yang dinilai arogan dari Kepala Desa yang menjegal dan menghentikan pekerjaan. Bahkan, Kepala Desa disebut menyuruh mencabut tiang yang sudah terpasang.
Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat lokal diharapkan mampu menjelaskan persoalan ini secara terbuka, sekaligus memastikan setiap keputusan yang menyangkut wilayahnya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar soal siapa yang berwenang menghentikan pekerjaan, melainkan juga bagaimana persoalan diselesaikan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.
Sementara itu, penanggung jawab di lapangan berinisial A sangat menyayangkan sikap arogan Kepala Desa Padamulya.
“Pihak kami sangat menyayangkan, Kepala Desa Padamulya meminta uang kompensasi sebesar Rp10 juta. Padahal uang kompensasi / uang kadeudeuh dari perusahaan sudah disiapkan, tetapi beliau menolak dan menginginkan nominal yang lebih besar,” kata A kepada wartawan di lapangan.
Menurutnya, masyarakat di Desa Padamulya semuanya mendukung program pemasangan tiang tersebut dan tidak ada kendala.
“Karena program ini sangat mendukung untuk kebutuhan ITE di wilayah kami,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Padamulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian dan dugaan permintaan kompensasi tersebut. Redaksi .MITRASIBER.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait.
Penulis: Redaksi / Team

