Beranda blog

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

0

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

*MITRASIBER.COM, KAB. BANDUNG -* Program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat di era globalisasi melalui perluasan jaringan internet hingga pelosok desa, terhambat di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Pemasangan tiang dan kabel WiFi dari provider TBG (Tower Bersama Group) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di 16 RW yang berada di wilayah kerja Desa Padamulya, tiba-tiba berhenti pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemberhentian terjadi di lokasi RW 3 Cimaranggi.

Pemberhentian tersebut menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya, yang diduga menyuruh dan menjegal pemasangan tiang dan kabel WiFi TBG adalah Kepala Desa Padamulya sendiri.

Salah seorang warga RW 2 Cimaranggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa mendukung program tersebut.

“Seharusnya Kepala Desa mendukung program ini, karena banyak manfaatnya bagi warga di sini untuk meringankan biaya kuota bagi keluarga,” ujarnya kepada MITRASIBER.COM, Kamis (29/10).

Lebih lanjut, warga menyayangkan sikap yang dinilai arogan dari Kepala Desa yang menjegal dan menghentikan pekerjaan. Bahkan, Kepala Desa disebut menyuruh mencabut tiang yang sudah terpasang.

Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat lokal diharapkan mampu menjelaskan persoalan ini secara terbuka, sekaligus memastikan setiap keputusan yang menyangkut wilayahnya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar soal siapa yang berwenang menghentikan pekerjaan, melainkan juga bagaimana persoalan diselesaikan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.

Sementara itu, penanggung jawab di lapangan berinisial A sangat menyayangkan sikap arogan Kepala Desa Padamulya.

“Pihak kami sangat menyayangkan, Kepala Desa Padamulya meminta uang kompensasi sebesar Rp10 juta. Padahal uang kompensasi / uang kadeudeuh dari perusahaan sudah disiapkan, tetapi beliau menolak dan menginginkan nominal yang lebih besar,” kata A kepada wartawan di lapangan.

Menurutnya, masyarakat di Desa Padamulya semuanya mendukung program pemasangan tiang tersebut dan tidak ada kendala.

“Karena program ini sangat mendukung untuk kebutuhan ITE di wilayah kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Padamulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian dan dugaan permintaan kompensasi tersebut. Redaksi .MITRASIBER.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait.

Penulis: Redaksi / Team

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

0

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

*MITRASIBER.COM, KAB. BANDUNG -* Program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat di era globalisasi melalui perluasan jaringan internet hingga pelosok desa, terhambat di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Pemasangan tiang dan kabel WiFi dari provider TBG (Tower Bersama Group) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di 16 RW yang berada di wilayah kerja Desa Padamulya, tiba-tiba berhenti pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemberhentian terjadi di lokasi RW 3 Cimaranggi.

Pemberhentian tersebut menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya, yang diduga menyuruh dan menjegal pemasangan tiang dan kabel WiFi TBG adalah Kepala Desa Padamulya sendiri.

Salah seorang warga RW 2 Cimaranggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa mendukung program tersebut.

“Seharusnya Kepala Desa mendukung program ini, karena banyak manfaatnya bagi warga di sini untuk meringankan biaya kuota bagi keluarga,” ujarnya kepada MITRASIBER.COM, Kamis (29/10).

Lebih lanjut, warga menyayangkan sikap yang dinilai arogan dari Kepala Desa yang menjegal dan menghentikan pekerjaan. Bahkan, Kepala Desa disebut menyuruh mencabut tiang yang sudah terpasang.

Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat lokal diharapkan mampu menjelaskan persoalan ini secara terbuka, sekaligus memastikan setiap keputusan yang menyangkut wilayahnya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar soal siapa yang berwenang menghentikan pekerjaan, melainkan juga bagaimana persoalan diselesaikan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.

Sementara itu, penanggung jawab di lapangan berinisial A sangat menyayangkan sikap arogan Kepala Desa Padamulya.

“Pihak kami sangat menyayangkan, Kepala Desa Padamulya meminta uang kompensasi sebesar Rp10 juta. Padahal uang kompensasi / uang kadeudeuh dari perusahaan sudah disiapkan, tetapi beliau menolak dan menginginkan nominal yang lebih besar,” kata A kepada wartawan di lapangan.

Menurutnya, masyarakat di Desa Padamulya semuanya mendukung program pemasangan tiang tersebut dan tidak ada kendala.

“Karena program ini sangat mendukung untuk kebutuhan ITE di wilayah kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Padamulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian dan dugaan permintaan kompensasi tersebut. Redaksi .MITRASIBER.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait.

Penulis: Redaksi / Team

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

0

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

*MITRASIBER.COM, KAB. BANDUNG -* Program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat di era globalisasi melalui perluasan jaringan internet hingga pelosok desa, terhambat di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Pemasangan tiang dan kabel WiFi dari provider TBG (Tower Bersama Group) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di 16 RW yang berada di wilayah kerja Desa Padamulya, tiba-tiba berhenti pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemberhentian terjadi di lokasi RW 3 Cimaranggi.

Pemberhentian tersebut menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya, yang diduga menyuruh dan menjegal pemasangan tiang dan kabel WiFi TBG adalah Kepala Desa Padamulya sendiri.

Salah seorang warga RW 2 Cimaranggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa mendukung program tersebut.

“Seharusnya Kepala Desa mendukung program ini, karena banyak manfaatnya bagi warga di sini untuk meringankan biaya kuota bagi keluarga,” ujarnya kepada MITRASIBER.COM, Kamis (29/10).

Lebih lanjut, warga menyayangkan sikap yang dinilai arogan dari Kepala Desa yang menjegal dan menghentikan pekerjaan. Bahkan, Kepala Desa disebut menyuruh mencabut tiang yang sudah terpasang.

Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat lokal diharapkan mampu menjelaskan persoalan ini secara terbuka, sekaligus memastikan setiap keputusan yang menyangkut wilayahnya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar soal siapa yang berwenang menghentikan pekerjaan, melainkan juga bagaimana persoalan diselesaikan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.

Sementara itu, penanggung jawab di lapangan berinisial A sangat menyayangkan sikap arogan Kepala Desa Padamulya.

“Pihak kami sangat menyayangkan, Kepala Desa Padamulya meminta uang kompensasi sebesar Rp10 juta. Padahal uang kompensasi / uang kadeudeuh dari perusahaan sudah disiapkan, tetapi beliau menolak dan menginginkan nominal yang lebih besar,” kata A kepada wartawan di lapangan.

Menurutnya, masyarakat di Desa Padamulya semuanya mendukung program pemasangan tiang tersebut dan tidak ada kendala.

“Karena program ini sangat mendukung untuk kebutuhan ITE di wilayah kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Padamulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian dan dugaan permintaan kompensasi tersebut. Redaksi .MITRASIBER.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait.

Penulis: Redaksi / Team

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

0

Pemasangan Tihang dan Kabel WiFi Terhenti di Desa Padamulya Majalaya, Kades Diduga Minta Kompensasi Rp10 Juta.

*MITRASIBER.COM, KAB. BANDUNG -* Program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat di era globalisasi melalui perluasan jaringan internet hingga pelosok desa, terhambat di Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Pemasangan tiang dan kabel WiFi dari provider TBG (Tower Bersama Group) yang dikerjakan oleh pihak ketiga di 16 RW yang berada di wilayah kerja Desa Padamulya, tiba-tiba berhenti pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemberhentian terjadi di lokasi RW 3 Cimaranggi.

Pemberhentian tersebut menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya, yang diduga menyuruh dan menjegal pemasangan tiang dan kabel WiFi TBG adalah Kepala Desa Padamulya sendiri.

Salah seorang warga RW 2 Cimaranggi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa mendukung program tersebut.

“Seharusnya Kepala Desa mendukung program ini, karena banyak manfaatnya bagi warga di sini untuk meringankan biaya kuota bagi keluarga,” ujarnya kepada http://MITRASIBER.COM, Kamis (29/10).

Lebih lanjut, warga menyayangkan sikap yang dinilai arogan dari Kepala Desa yang menjegal dan menghentikan pekerjaan. Bahkan, Kepala Desa disebut menyuruh mencabut tiang yang sudah terpasang.

Kepala Desa sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat lokal diharapkan mampu menjelaskan persoalan ini secara terbuka, sekaligus memastikan setiap keputusan yang menyangkut wilayahnya mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar soal siapa yang berwenang menghentikan pekerjaan, melainkan juga bagaimana persoalan diselesaikan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.

Sementara itu, penanggung jawab di lapangan berinisial A sangat menyayangkan sikap arogan Kepala Desa Padamulya.

“Pihak kami sangat menyayangkan, Kepala Desa Padamulya meminta uang kompensasi sebesar Rp10 juta. Padahal uang kompensasi / uang kadeudeuh dari perusahaan sudah disiapkan, tetapi beliau menolak dan menginginkan nominal yang lebih besar,” kata A kepada wartawan di lapangan.

Menurutnya, masyarakat di Desa Padamulya semuanya mendukung program pemasangan tiang tersebut dan tidak ada kendala.

“Karena program ini sangat mendukung untuk kebutuhan ITE di wilayah kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Padamulya belum memberikan klarifikasi resmi terkait penghentian dan dugaan permintaan kompensasi tersebut. Redaksi .MITRASIBER.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait.

Penulis: Redaksi / Team

Proyek Revitalisasi Rp397 Juta di SLB BC YKS 1 Majalaya Disorot: Jadi Ajang Bancakan Oknum…

0

Kab.Bandung.mitrasiber.com.Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Anggaran 2026 di SLB BC YKS 1 Majalaya, Kabupaten Bandung, menuai sorotan tajam.

Sorotan bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga adanya dugaan oknum mengatasnamakan putra daerah yang meminta jatah uang sebesar Rp2 juta. Padahal seharusnya merasa bangga karena di daerahnya ada pembangunan rehabilitasi sekolah SLB.

Proyek revitalisasi tersebut berlokasi di Kp. Andir RT 004/RW 008, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya. Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek senilai *Rp397.248.000* bersumber dari APBN 2026, dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SLB BC YKS 1 Majalaya dengan lama pekerjaan 120 hari kalender. Program ini berada di bawah Direktorat PKLK, Kemendikdasmen.

Kasek Diduga Alergi Wartawan, Kalah Sama Preman,dan tidak terbuka kepada awak media.

Sikap Kepala Sekolah yang diduga tertutup dan alergi terhadap wartawan juga menjadi sorotan. Saat dihubungi via chat WhatsApp tidak dibalas, ditelepon tidak diangkat. Padahal di era keterbukaan informasi publik, harus terbuka soal anggaran dan material.

Sesuai dengan.UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjamin hak warga negara untuk mengetahui penggunaan anggaran publik. Serta UU Pers No. 40 Tahun 1999 yang menegaskan pers sebagai kontrol sosial.

Namun fakta di lapangan berbanding terbalik. mitrasiber.com mencatat telah melakukan kunjungan hingga beberapa kali untuk konfirmasi dan klarifikasi sebagai bentuk kontrol sosial.

Kejanggalan terjadi saat kunjungan terakhir. Setelah awak media diberitahu Kepala Sekolah tidak ada, selang beberapa menit datang tamu lain dan langsung dipersilahkan masuk ke ruang Kepala Sekolah. Ada apa sebenarnya?

Pelayanan tersebut dinilai tidak sesuai Standar Operasional Pelayanan (SOP) dan mencederai prinsip keterbukaan. Media adalah mitra pemerintah, bukan musuh.

Selain itu, transparansi teknis proyek juga dipertanyakan. Lemahnya pengawasan dari konsultan dan dinas terkait disorot. Saat dikonfirmasi mengenai spesifikasi material seperti baja ringan dan besaran upah pekerja, para pekerja di lokasi yang berjumlah sekitar enam orang enggan menjawab.

“Temui saja Kepala Sekolah, kami takut salah menjawab,” ujar salah seorang pekerja di lokasi kepada mitrasiber.com.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai akuntabilitas pengelolaan dana bantuan pemerintah, mulai dari RAB, volume material, hingga standar upah tenaga kerja

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SLB BC YKS 1 Majalaya belum berhasil ditemui dan belum memberikan klarifikasi resmi. jabarkini.id.masih terus berupaya menghubungi pihak sekolah, P2SP, maupun Dinas Pendidikan terkait.

Pimred.Bah Akur

Presiden El-Sisi Berpartisipasi dalam KTT Rusia–Afrika Ketiga di Moskow, 2026

0

Mesir berpartisipasi dalam KTT Rusia–Afrika ketiga, yang diadakan di Moskow pada 28–29 Oktober 2026, dengan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Presiden Abdel Fattah El-Sisi, atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Partisipasi ini mencerminkan kemitraan strategis komprehensif dan koordinasi berkelanjutan antara Kairo dan Moskow, serta peran utama Mesir sebagai penghubung kunci antara Rusia dan Afrika.

Hubungan Strategis Mesir–Rusia: Bidang Utama Kerja Sama

Mesir dan Rusia mempertahankan hubungan diplomatik yang telah lama terjalin dan kemitraan strategis yang mencakup kerja sama politik, ekonomi, pertahanan, dan budaya.

Hubungan politik dan diplomatik

Hubungan historis: Hubungan diplomatik antara Kairo dan Moskow sudah ada sejak tahun 1943, menandai lebih dari delapan dekade keterlibatan bilateral.

Koordinasi presiden: Hubungan telah menguat di bawah Presiden Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui kunjungan tingkat tinggi secara rutin, konsultasi politik, dan koordinasi di forum internasional.

Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir El Dabaa: Sebuah proyek bilateral besar yang melibatkan teknologi dan keahlian Rusia untuk mengembangkan kemampuan energi nuklir damai Mesir dan memperkuat keamanan energi.

Zona Industri Rusia: Sebuah proyek yang bertujuan menarik investasi Rusia, melokalkan produksi industri di Zona Ekonomi Terusan Suez, dan memperluas perdagangan antara pasar Rusia dan Afrika.

perdagangan bilateral

Perdagangan antara Mesir dan Rusia mencapai $4,91 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, naik 22,4% dari periode yang sama di tahun 2025.

Impor Mesir dari Rusia: Naik 25,2% menjadi $4,25 miliar, terutama terdiri dari biji-bijian, minyak nabati, bahan bakar, besi, dan baja.
Ekspor Mesir ke Rusia: Meningkat 7,1% menjadi $660,4 juta, termasuk produk pertanian, plastik, dan biji minyak.
Kerja Sama Militer dan Pertahanan

Kerja sama militer tetap menjadi komponen jangka panjang dalam hubungan bilateral, mencakup peralatan pertahanan, sistem pertahanan udara, dan upaya memodernisasi kemampuan militer Mesir.

Kerja Sama Budaya dan Pendidikan

Ikatan budaya dan pendidikan meliputi kerja sama antara universitas dan institusi budaya, inisiatif budaya bersama, serta promosi bahasa dan budaya Rusia di institusi pendidikan Mesir.

Dari Awal hingga Kemitraan yang Berkelanjutan: Peran Utama Mesir di Tiga KTT Rusia–Afrika

KTT Rusia–Afrika, yang diluncurkan pada tahun 2019, berfungsi sebagai platform kelembagaan untuk dialog politik dan kerja sama ekonomi. Mesir adalah mitra pendiri kerangka ini.

KTT Rusia–Afrika: Tiga Tonggak dalam Kemitraan Strategis, dari Sochi 2019 hingga Moskow 2026

Mesir telah memainkan peran sentral dalam membentuk dan memajukan kemitraan strategis antara Rusia dan Afrika, berfungsi sebagai jembatan kunci untuk kerja sama pembangunan dan ekonomi. Peran ini tercermin dalam tiga pertemuan puncak tersebut.

KTT Rusia–Afrika Pertama (Sochi, Oktober 2019)

Presiden Abdel Fattah El-Sisi memimpin bersama KTT perdana bersama Presiden Rusia Vladimir Putin sementara Mesir memegang kepresidenan bergilir Uni Afrika.

Tujuan dan Prioritas Utama

Membangun kerangka kelembagaan yang berkelanjutan untuk kerja sama strategis antara Rusia dan negara-negara Afrika.
Memperluas perdagangan, investasi, transfer teknologi, dan pengembangan infrastruktur di seluruh Afrika.
Memperkuat kerja sama keamanan dan upaya kontra-terorisme untuk mempromosikan stabilitas regional.
KTT Rusia–Afrika Kedua (St. Petersburg, Juli 2023)

Presiden El-Sisi berpartisipasi dalam KTT kedua, mempresentasikan visi Mesir untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan rantai pasokan, dan membangun kemitraan industri serta teknologi maju untuk mendukung aspirasi pembangunan Afrika.

Tujuan dan Prioritas Utama

Memperkuat ketahanan pangan dan memastikan rantai pasok yang berkelanjutan untuk komoditas esensial dan pupuk.
Memperluas kerja sama dalam proyek energi konvensional dan terbarukan serta mempromosikan perdagangan bilateral.
Mengeksplorasi penyelesaian keuangan dalam mata uang nasional dan memperkuat koordinasi politik di forum internasional.
KTT Rusia–Afrika Ketiga (Moskow, Oktober 2026)

Presiden El-Sisi memimpin delegasi resmi Mesir ke KTT ketiga, yang mempertemukan perwakilan dari 48 negara Afrika, termasuk 22 kepala negara.

KTT ini bertujuan mengadopsi Rencana Aksi 2027–2029 dan deklarasi bersama tentang kecerdasan buatan, sekaligus mendorong perdagangan antara Rusia dan Afrika, yang melebihi $27 miliar pada tahun 2025.

Signifikansi Partisipasi Mesir

Partisipasi ketiga Presiden El-Sisi dalam KTT Rusia–Afrika mencerminkan komitmen berkelanjutan Mesir untuk memajukan prioritas Afrika.
KTT ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan pendekatan bersama terhadap tantangan ekonomi dan geopolitik global saat ini serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh Afrika.
Prioritas strategis Mesir di KTT Moskow

Kerja Sama Politik dan Regional

Mesir akan menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan solusi Afrika terhadap tantangan Afrika.

Diskusi juga akan berfokus pada penguatan koordinasi dengan Rusia dalam isu-isu regional yang menjadi perhatian bersama, khususnya perkembangan terkait Palestina, Libya, dan Sudan, serta keamanan maritim di Laut Merah.

Kerja sama ekonomi dan investasi

Mesir akan menyoroti peluang investasi, khususnya di Zona Ekonomi Terusan Suez, sebagai gerbang utama bagi investasi Rusia ke pasar Afrika.

Diskusi juga akan mengeksplorasi menarik investasi tambahan dalam infrastruktur, energi, dan industri, memperluas perdagangan bilateral, serta memfasilitasi penggunaan mata uang nasional dalam transaksi komersial.

Energi dan Ketahanan Pangan

Mesir akan menunjukkan kerja samanya dengan Rusia dalam energi nuklir damai melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir El Dabaa, yang diimplementasikan oleh Rosatom Rusia.

Diskusi juga akan membahas pengamanan pasokan gandum dan pupuk Rusia untuk memperkuat ketahanan pangan Mesir dan Afrika.

Pengembangan dan Teknologi

Mesir akan berupaya memperluas kerja sama dalam transformasi digital, teknologi inovatif, pelatihan profesional, pendidikan tinggi, dan layanan kesehatan.

Agenda KTT Resmi Presiden El-Sisi

Juru Bicara Kepresidenan, Duta Besar Mohamed El-Shennawy, mengumumkan bahwa Presiden El-Sisi dijadwalkan menyampaikan pidato Mesir pada sesi pleno KTT pada Kamis pagi, 29 Oktober, yang menguraikan visi negara tersebut untuk memperkuat kemitraan Rusia–Afrika.

Di sela-sela KTT, Presiden El-Sisi juga dijadwalkan mengadakan beberapa pertemuan bilateral tingkat tinggi, termasuk pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kemajuan hubungan bilateral di berbagai sektor.

Presiden juga akan bertemu dengan beberapa pemimpin Afrika untuk membahas cara-cara memperkuat aksi bersama Afrika.

Apa yang telah dikatakan tentang partisipasi Mesir dalam KTT Moskow?

Kementerian Luar Negeri Rusia – Juru Bicara Maria Zakharova

“Mesir adalah mitra strategis utama bagi Rusia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara Afrika. Hubungan Rusia-Mesir ditandai oleh semangat persahabatan di bawah Perjanjian Kemitraan Komprehensif, yang mulai berlaku pada Januari 2021.

“Mesir adalah mitra dagang dan ekonomi terbesar Rusia di Afrika, dengan perdagangan bilateral melebihi $9 miliar. Kerja sama kami mencakup proyek-proyek strategis besar, terutama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir El Dabaa oleh Rosatom milik negara Rusia.”

Media Internasional – Bloomberg dan The Japan Times

Liputan media internasional pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, menyoroti kunjungan tersebut dengan judul:

Putin Menjamu Pemimpin Afrika di Moskow Saat Rusia Mencari Hubungan Lebih Erat

Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu para pemimpin Afrika di Moskow saat Rusia berupaya memperkuat hubungannya dengan benua tersebut.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi termasuk di antara pemimpin terkemuka yang menghadiri KTT tersebut, bersama presiden Rwanda dan Kenya serta perdana menteri Ethiopia, dengan delegasi dari 48 negara Afrika yang berpartisipasi. “Kremlin mengonfirmasi bahwa Presiden Putin akan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin yang berpartisipasi, termasuk pertemuan puncak dengan Presiden El-Sisi yang dijadwalkan pada hari Rabu.”