Pengadaan Sumur Bor di RW 04 Desa Padamukti, Solokanjeruk — Solusi Kekeringan Air bagi Para Petani.
MITRASIBER.COM — KAB. BANDUNG — Keluhan para petani di wilayah RW 04 Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, terkait kekurangan air untuk persawahan saat musim kemarau panjang, akhirnya terjawab. Melalui proposal yang diajukan kelompok tani ke Kementerian Pertanian, pembangunan sumur bor akhirnya direalisasikan.
Pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Kementerian Pertanian dengan nilai anggaran sebesar Rp155.700.000, melalui program BLIP (Bantuan Lahan Irigasi Pertanian). Sumur bor ini akan mengairi lahan pertanian seluas 25 hektare yang berada di wilayah Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.
Proyek sumur bor dengan kedalaman 75 meter beserta fasilitas pendukung seperti pompa air dan rangka besi penahan toren air, saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ketua RW 04, Ade, mewakili warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, aspirasi kami dikawal dan terealisasi. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Simbul Makmur selama ini kekurangan air untuk persawahan akibat kemarau panjang, sekarang sedang dilaksanakan pembangunan sumur bor. Sehingga tidak akan lagi kekurangan air untuk bertanam padi. Kami juga akan menjaga dan memelihara sarana ini supaya bermanfaat bagi para petani dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Sarana penunjang pembangunan sumur bor, mulai dari pengajuan proposal hingga surat hibah tanah, telah disiapkan sejak awal oleh kelompok tani. Seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi yang ditetapkan Dinas Pertanian.
“Untuk menunjang bangunan yang kokoh dan kuat, kami memasang batu kebekan terlebih dahulu agar struktur tidak labil terutama saat hujan. Semua pengerjaan disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan Dinas Pertanian, sesuai prosedur dan SOP yang berlaku,” ujarnya di lokasi proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, pengerjaan masih berlangsung dan dipastikan akan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. Penulis: redaksi.

